Senin, 26 Januari 2015

Pentingnya Memaafkan Untuk Move On

 


           Tidak ada satu pun hal didunia ini yang abadi, begitu pula dengan hubungan. Tidak ada hubungan yang abadi. Mulai dari gebetan, pacar, bahkan suami/istri akan ada saja hal yang bisa memisahkan hubungan itu jika tidak ada komunikasi dan komitmen yang baik. Jika hubungan sudah terlanjur berakhir dan tidak ada kesempatan untuk diperbaiki, apa yang harus dilakukan? Satu-satunya jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut adalah move on! Jika sudah berusaha namun tidak juga sanggup move on apa penyebabnya? Sebenarnya banyak hal yang memfaktori seseorang sulit move on dari masa lalunya. Salah satu faktor yang menghambat move on adalah belum memaafkan.
            Biasanya setelah putus dengan mantan akan ada saja hal yang membuat kamu membenci si mantan, yakan? Kenapa kalian harus saling membenci? Padahal selama ini kalian saling memberi, saling menyayangi. Lalu ketika putus saling memjauhi? Mungkin jika kamu membenci mantan karena dia sering selingkuh, berkata kasar padamu dan tidak mau mengakui kesalahannya adalah hal yang wajar, tidak ada orang dimuka bumi ini yang sudi hatinya disakiti. Tapi coba kamu pikir apa dengan kamu membencinya, mengutuknya, bahkan kamu bersumpah untuk membalas dendam padanya dengan menghancurkan hubungan dia dengan kekasih barunya akan menyelesaikan semua penderitaan yang kamu rasakan?
            Coba pikir berapa banyak waktu yang sudah kamu habisnya hanya untuk memikirkan dia? Sedangkan jika kamu memaafkan, perasaanmu akan jadi lebih tenang. Berhenti memikirkan dia dengan cara memaafkannya akan membuka peluang kamu untuk cepat move on. Membenci bukan alasan yang tepat untuk kamu move on!! Dengan kamu membenci justru hanya akan membuat kamu semakin memikirkan dia. Benci dan Cinta memiliki kadar kekuatan yang sama, yang mampu membuat pikiran manusia terfokus pada hal itu. Bayangkan, selama dulu kamu PDKT dengan mantanmu berapa sering kamu stalking dia? Setiap hari? Tujuan kamu stalking tidak lain adalah untuk mendapatkannya. Sekarang saat sudah putus berapa sering kamu stalking dia? Setiap hari juga? Tujuan kamu stalking kali ini adalah untuk membalas dendam, untuk berharap seberapa menderitanya dia setelah kalian putus. Ketika kamu jatuh cinta kamu melakukan hal yang sama dengan ketika kamu membenci, yang berbeda hanyalah rasa dan tujuannya.  
            Jika kamu ingin benar-benar move on, maafkan lah dia, dan anggap semua kesalahannya sebagai kesalahan yang tidak sefatal itu, karena dia adalah manusia biasa. Saat kamu sudah bisa memaafkan maka saat itu juga kamu sudah mampu move on, kamu sudah siap menerima hati yang lain tanpa memusingkan kebencian pada sang mantan. Selain itu kamu juga bisa menjadi teman baik dengan mantan jika kamu sudah memaafkannya, mantan pasti lebih tau kamu dibanding gebetan barumu bukan? Dengan memaafkan itu berarti kalian sudah bisa bersahabat dengan baik. Apa salahnya bersahabat dengan mantan? Bukannya justru lebih indah karena mantan pasti mengetahui kamu luar dalam.
Well, maafkan mantanmu dan mulai perjalanan dengan cinta yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar