Senin, 12 Januari 2015

Mau Langgeng? Coba Deh!



            Setiap pasangan pasti ingin memiliki hubungan yang bertahan lama. Melewati fase PDKT, pacaran, bertunangan, menikah dan tumbuh menjadi tua bersama-sama. Namun tidak jarang juga yang merasakan kandasnya keinginan tersebut. Dibalik hubungan yang bertahan lama pasti ada resep-resep yang membuat hubungan itu tidak tertelan begitu saja oleh waktu. Berikut resepnya,
  1.  Sering Memberikan Pujian Pada Pasangan, setiap orang baik pria atau wanita pasti senang mendapatkan pujian. Sesekali berikanlah pujian pada pasangan, misalnya dia mengenakan pakaian yang  jika kalian akan berkencan, puji dia “Aku suka pakaian kamu hari ini, cocok banget sama face kamu dan suasana malam ini.”
  2.  Lakukan Hal-Hal Unik Bersama, banyak diantara pasangan yang hubungannya betahan lama memiliki keunikan yang mereka ciptakan. Jika pasangan kamu bukan tipe orang yang memiliki inisiatif yang baik, tidak ada salahnya kamu membuat inisiatif untuk melakukan hal unik bersama-sama kemudian mengajaknya untuk melakukan hal tersebut. Mungkin kamu bisa mengajaknya untuk menghabiskan waktu kalian selama satu hari penuh untuk membuat kreasi dengan mencoret-coret pakaian dengan cat, berkunjung ke museum, atau kalian bisa merayakan anniversary kalian dengan membagikan gelembung pada anak-anak kecil bermain gelembung bersama ditaman. Hal-hal unik biasanya sulit untuk terlupakan dan bisa membuat kalian semakin dekat.
 3.  Jangan Menyalahkan dan Selesaikan Bersama, dalam setiap hubungan pasti akan ada saja masalah yang ditemui. Jika kalian sering dihadapkan dengan masalah cobalah untuk menyelesaikannya bersama. Biasanya pasangan ketika sedang stres, bosan dan, kecewa justru saling menyalahkan satu sama lain. Saling menjauhi seolah-olah semua yang sedang dihadapi adalah kesalahan pasangan. Hindari kebiasaan itu!!! Jika memang kalian sedang dalam masalah coba untuk renungkan sendiri, kemudian dibicarakan saat keadaan sudah mulai tidak panas. Jangan saling menyalahkan, karena menyalahkan tidak akan menyelesaikan apapun, menyalahkan justru hanya akan membuat masalah kecil menjadi masalah baru yang lebih besar.
 4.  Jaga Komunikasi, komunikasi adalah hal yang terpenting dalam hubungan. Jaga komunikasi kamu dengan pasangan dengan baik. Tidak jarang pertengkaran yang terjadi diantara kamu dan pasangan disebabkan oleh komunikasi kalian yang salah. Misalnya kamu ingin dia lebih pengertian dengan aktifitas kamu yang segudang, saat dia ngambek dan meminta perhatian kamu justru kamu kesal dan kamu cuekin dia. Tidak ada salahnya kamu bilang untuk meminta pengertiannya. Jika kamu ingin dimengerti, maka kamu juga harus mengerti kan?

  5.  Jadi Pendengar dan Pembagi Cerita yang Baik, semua orang senang mendengarkan dan bercerita apalagi jika itu dilakukan dengan pasangan. Kamu bisa mendengarkan keluh kesahnya terhadap aktifitasnya, hanya cukup mendengarkan tidak perlu memarahinya, dan memberikan komentar panjang lebar. Jika dia sedang dalam waktu free kamu juga bisa melakukan hal sebaliknya, bercerita tentang hari-hari kamu tanpa perlu menyalahkan dia. Usahakan sebisa mungkin saat dia sedang kesal cukup hanya menjadi pendengar, dan saat dia sedang dalam kondisi baik jadilah pencerita yang bisa menarik perhatiannya untuk terus memperdulikan kamu. 

Senin, 05 Januari 2015

Alasan Pacaran Tidak Semenyenangkan PDKT




          Setiap hari diberikan perhatian, komunikasi selalu lancar, setiap date selalu ada hal-hal menyenangkan, sering mendapatkan kata-kata romantis, atau bahkan sering mendapatkan pengorbanan-pengorbanan hebat. Sangat menyenangkan, bukan? Itu lah hal-hal yang biasanya sering kamu terima ketika PDKT, selalu hal-hal indah. Tapi pernahkah kamu merasakan ketika kalian sudah berpacaran? Hal-hal indah yang dulu kamu terima saat PDKT seketika bisa hilang begitu saja. Beberapa pria mengatakan bahwa wanita yang sekarang menjadi kekasihnya justru menjadi lebih galak dan tidak semanis saat PDKT dulu. Dan beberapa wanita mengatakan bahwa prianya yang sekarang menjadi kekasihnya justru menjadi lebih cuek, tidak terlalu romantis, dan tidak banyak hal-hal indah yang diberikan oleh sang pria seperti saat PDKT dulu. Hukum alam kah? Bisa dibilang ini memang terjadi secara alami, namun tidak bisa dibilang hukum alam karena sebenarnya pasangan bisa mengatasinya dengan cara mempelajarinya.

Alasan Pria Menjadi Berubah Saat Masa PDKT Berlalu
          Pria adalah makhluk dengan ego, dan gengsi yang tinggi. Sejak kecil pria sudah dilatih untuk menjadi hero dan seorang yang kompetitif. Ketika ia menginginkan sesuatu maka ia akan berusaha sekuat tenaga dengan cara apapun itu untuk mendapatkannya. Misalnya jika kamu seorang wanita, dulu priamu sangat memperhatikanmu, mengorbankan semua waktunya hanya demi kamu, namun setelah ia mendapatkan kamu ia jadi berubah menjadi orang yang cuek. Tenang ladies, dia bukan tidak lagi mencintai kamu. Dia hanya sedang beristirahat setelah kemenangannya mendapatkan hati kamu, yang perlu kamu lakukan hanyalah memberinya waktu hingga kamu yakin dia akan siap untuk menerima tantangan selanjutnya dari kamu, seperti dia tertantang untuk melamar kamu, menikahi kamu. Tugas kamu sekarang hanyalah  terus membuatnya mencintai kamu. Jadi alasan pria berubah saat sudah tidak dalam masa PDKT adalah karena para pria merasa kalau dirinya sudah menang, mereka berpikir “Apa lagi yang musti gue lakuin? Dia udah jadi milik gue, jadi santai aja.” Pria berubah bukan karena tidak lagi mencintai wanitanya melainkan karena mereka ‘merasa’ bahwa sudah memiliki jadi tidak perlu memikirkan hal-hal lain sampai saat pria merasa ingin berkompetisi lagi untuk mengajak wanitanya ke jenjang yang lebih serius.

Alasan Wanita Berubah Saat Masa PDKT Berlalu
          Wanita juga manusia, mungkin itu ungkapan yang tepat. Sama seperti pria, alasan wanita berubah saat masa PDKT sudah berakhir dan sudah berpacaran adalah karena wanita merasa ‘sudah memiliki’. Jika pria berubah perhatiannya menjadi tidak seintensif saat PDKT (jadi lebih cuek), berbeda dengan wanita. Saat wanita merasa memiliki sesuatu biasanya wanita akan cenderung lebih galak, posesif dll. Hal itu terjadi karena sifat alami wanita yaitu ‘melindungi’, wanita merasa bahwa apa yang dimilikinya harus dilindungi dan hanya boleh dimiliki oleh dirinya. Wanita jadi posesif bukan karena membenci prianya melainkan ingin melindungi agar prianya tidak dimiliki oleh wanita lain.


          Meskipun pria dan wanita memiliki sifat alami yang jauh berbeda dalam hal ini namun sebenarnya tujuan keduanya sama, yaitu ‘merasa sudah memiliki’. Cara penyampaiannya lah yang salah, atau lebih tepatnya berbeda. Jika wanita memahami perububahan pria dan pria memahami perubahan wanita mungkin masa PDKT dengan masa pacaran akan sama saja rasanya. Disini lah kuasa tuhan, menciptakan dua jenis makhluk berbeda untuk saling berdampingan agar dapat saling memahami, melengkapi, dan belajar satu sama lain.


Minggu, 04 Januari 2015

Izinkan Aku

Seperti penantian yang tidak menemui titik akhir.
Aku  masih sama seperti hari-hari kemarin menunggu jawaban atas sebuah akhir.
Dua musim dinegeri ini telah silih berganti melewati sebuah penantian.
Berdiri sendirian terkadang terasa begitu melelahkan.
Setiap hari aku datang ketempat dimana setiap kenangan kita terkubur didalam sebuah angan.

Dulu kamu bilang akan selalu melindungi aku seperti atmosfer melindungi bumi.
Namun kenyataan sangat berbeda jauh dengan sebuah mimpi.
Beribu-ribu kata kamu ucapkan sebagai janji.
Lalu justru kamu yang melangkah jauh pergi.

Dibalik sorotan sinar matahari aku melihat sebuah bayang.
Bayangan indah dari masa lalu yang telah jauh melayang.
Semudah itu kamu menghilang tanpa mengucap selamat tinggal.
Pergi membawa seluruh perasaanku tanpa sedikitpun sisa yang kau tinggalkan.
Sepedih ini kah menanti sebuah kepastian?

Jika hari ini kita bertemu dalam sebuah kesempatan.
Apakah akan ada kata rindu yang akan kamu ucapkan?
Jika hari ini kita bertemu dalam sebuah waktu.


Tolong izinkan aku untuk berpaling agar sanggup melupakan kamu.

Kamis, 01 Januari 2015

Tak Terlihat

Kalau boleh aku mendefinisikan diri, aku ini bagaikan bagian dari antariksa dan kamu menyebutku sebagai bulan. Aku terlihat ketika matahari sudah terbenam dan saat itu kamu mungkin sudah terlelap. Sebenarnya aku ini selalu ada disekitar kamu, bahkan ketika matahari sudah terbit, hanya saja aku tidak seterang matahari jadi kamu jarang melihatku dikala sang matahari memancarkan pesona cahayanya. Aku adalah teman dari orang-orang yang kesepian. Aku selalu terlihat oleh mereka yang kesepian. Namun sering kali aku berharap kamu mampu melihatku, berbicara denganku seperti mereka. Mencurahkan isi hatimu dikala kamu bahagia maupun gundah.
Diatas sini aku sebagai yang tak terlihat ini selalu memperhatikan kamu tanpa malu karena aku ‘yang terlihat ini’ mungkin sudah putus asa. Aku senang memandangimu meskipun terkadang aku meradang, aku ingin menjadi dia yang selalu bisa ada disisimu. Mungkin matahari yang membuat kamu bangun dan bahagia melakukan aktifitas. Tapi sadarkah kamu jikala malam datang peri-periku lah yang membelai tidurmu. Peri-peri kecil yang aku utus untuk melindungimu agar mimpi buruk tidak masuk kedalam jiwamu. Mungkin kamu tidak memandangku sebelah mata namun aku takut jikalau kamu tau aku yang tak terlihat ini menanggung rasa yang begitu besar padamu akan membuatmu semakin mengabaikanku.
Kamu tau tidak, aku terkadang berpikir kalau keajaiban itu ada. Seperti keajaiban yang membuat aku dapat kenal dengan kamu. Selama ini kamu mungkin tak sadar, meskipun aku sering memperhatikan kamu. Malu memang, iya malu. Aku perhatikan cara kamu bicara, cara kamu senyum, cara kamu berkomunikasi dengan orang lain. Yaa, dengan orang lain bukan dengan aku. Tapi sejak aku sering jadi pemerhati kamu, aku jadi merasa kalau kamu begitu dekat dengan aku.
Kamu tau tidak, aku sangat tidak menyangka kalau akhirnya tuhan mendekatkan kita, ya memang mungkin dengan cara yang seperti ini tapi bisa saja ini salah satu keajaiban juga. Sejak kita semakin hari semakin dekat aku merasa kalau benar kamu sehangat yang ku duga. Kita dekat, semakin sering berkomunikasi dan saling mengingatkan.
Kamu tau tidak, sejak kita semakin dekat hari-hariku menjadi berubah dan selalu diisi dengan senyuman demi senyuman. Diam-diam aku sering mengharapkan adanya pertemuan demi pertemuan dengan kamu. Aku sering berharap setiap hari setiap jam kita dikondisikan didalam keadaan yang sama, dimana aku melihat kamu tersenyum, mendengar kamu bicara dan tertawa, menghirup aroma parfummu ketika kamu lewat didepanku, dan melihat ekspresi menggemaskanmu ketika kamu sedang serius.
Malam itu aku menyaksikan kamu melihatku dan tersenyum sebelum akhirnya kamu menangis. Andai kamu dapat melihatku. Andai aku yang ada disismu. Andai kamu percaya kalau aku ini bisa kau percaya. Tidak akan aku biarkan sebutirpun air matamu menetes. Aku sering berharap kalau aku bisa menjadi yang kamu lihat. Aku ingin merasakan menyentuh wajahmu, mengusap air matamu, memberikan kamu semangat dan kamu bahagia karena aku.
Bisa dibilang aku ini mungkin sedang berharap untuk bisa memiliki kamu. Meskipun secara diam-diam. Aku bahkan tak sampai hati untuk mengungkapkan ini. Kamu yang selalu ada difikiranku, apakah aku boleh berharap lebih padamu?  Walaupun aku tak tau sebenarnya bagaimana perasaanmu padaku. Sejujurnya sakit emang sakit kalau aku pendam semuanya sendiri. Aku mungkin sudah lelah berharap banyak kepada kamu. Aku sebenarnya ragu untuk dekat padamu, aku tau kamu itu pasti lebih pantas dengan mereka yang lebih baik dari aku.
Banyak cerita banyak masa lalu yang pernah aku alami, tapi hadirmu seakan membuatku semangat dengan hidup  yang baru. Setiap menatap matamu seakan kamu perduli dengan apa yang kualami. Banyak orang yang menilaimu dengan sikapmu yang tak pantas untuk dilihat, tetapi aku selalu melihat kamu yang terbaik. Sampai saat ini banyak orang yang dekat denganku tetap saja hatiku tertuju padamu. Bolehkah aku mengisi hatimu?
Andai waktu berbaik hati dan mengizinkan kita untuk semakin dekat bahkan lebih dari ini. Aku berjanji tidak akan sedikitpun luka yang akan kamu rasakan. Aku akan selalu melindungi kamu dengan cara terbaikku. Wahai sang waktu satukanlah seorang wanita dan laki-laki ini. Jangan kau biarkan kami ragu dengan perasaan kami sendiri.
Aku tidak berharap yang lain kembali sebagai bagian apapun dalam hidupku. Aku hanya ingin kamu yang menjadi bagianku. Aku takan berharap melebihi itu, aku takan berekspetasi yang lebih dari apa yang tidak mungkin. Aku tak mungkin untuk berhenti mengagguminya. Aku hanya menginginkan kamu selalu bahagia. Tak peduli seperih apa yang aku rasa. Mungkin benar kata mereka ini lah resiko seseorang yang tak terlihat.